Penggunaan Strategis Teknologi Informasi
Srategi dasar penggunaan teknologi informasi dalam bisnis :
- Biaya yg Lebih Rendah
- untuk mengurangi secara mendasar biaya pproses bisnis
- untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok - Diferensiasi
- untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa
- untuk mengurangi keunggulan diferensiasi para pesaing
- untuk memfokuskan diri pada ceruk pasar yg dipilih - Inovasi
- buat produk dan jasa baru yg memasukkan berbagai komponen TI
- Kembangkan pasar baru/ceruk pasar yg unik
- Buat perubahan radikal atas proses bisnis, menigkatkan kualitas, efisiensi - Mendukung Pertumbuhan
- mengelola perluasan bisnis secara regional dan global
- mendiversifikasi serta mengintegrasikan produk dan jasa lainnya - Kembangkan Persekutuan
- membuat virtual yg terdiri dari para mitra bisnis
- kembangkan sistem informasi antarperusahaan yg dihubungkan oleh internet dan ekstranet
Strategi Kompetitif Lainnya
Beberapa strategi utama yg juga diimplementasikan melalui teknologi informasi, adalah : ‘Mengunci’ pelanggan dan pemasok di dalam, membangun biaya perpindahan, menigkatkan halangan masuk, dan mendorong investasi dalam teknologi informasi.
Investasi dalam teknologi informasi dapat memungkinkan bisnis untuk mengunci pelanggan dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yg bernilai dgn mereka, sehingga mencegah mereka untuk meningalkan perusahaan ke pesangnya, atau untuk mengintimidasi mereka agar menerima kesepakatan bisnis yg lebih rendah keuntungannya.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis selama ini adalah mencari berbagai cara untuk membangun biaya perpindahan ke dalam hubungan suatup perusahaan dengan pelanggan dan pemasok tergantung pada penggunaan terus-menerus atas sistem informasi antarperusahaan yg inovatif dan saling menguntungkan. Selanjutnya, mereka menjadi segan untuk membayar biaya atas waktu, usaha, dan ketidaknyamanan yg harus ditanggungnya untuk berpindah ke pesaing perusahaan.
Dengan melakukan investasi dalam TI untuk meningkatkan operasi atau untuk menyebarkan inovasi, perusahaan juga membangun halangan untuk masuk yg akan mengecilkan hati atau menunda perusahaan lainnya untuk memasuki pasar.
Berinvestasi memungkinkan perusahaan untuk membangun kemampuan TI strategis ketika peluang-peluang tersebut muncul.
Rantai Nilai dan SI Strategis
Konsep ini dikembangkan oleh Michael Porter. Konsep ini melihat perusahaan sebagai rangkaian, rantai, atau jaringan berbagai aktivitas dasar yg menambah nilai produk dan jasanyam serta selanjutnya menambah margin nilai perusahaan tersebut. Di dalam kerangka kerja konseptual rantai nilai, beberapa aktivitas bisnis adalah proses-proses utama, lainya adalah proses pendukung.
Contohnya, intranet arus kerja bersama dapat meningkatkan komunikasi dan kerja sama yg dibutuhkan untuk secara dramatis menigkatkan koordinasi administratif dan layanan pendukung. Ekstranet memungkinkan perusahaan dan para mitra kerja globalnya untuk menggunakan web dalam mendesain dan memproses berbagai produk secar bersama-sama, e-commerce dapat secara dramatis meningkatkan perolehan sumber daya dengan menyediakan pasar online untuk para pemasok perusahaan.
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI KEUNGGULAN STRATEGIS
Punggunaan Strategis TI
Banyak cara perusahaan dapat memandang dan menggunakan tenologi informasi, misalnya, perusahaan dapat memilih untuk menggunakan sistem informasi secara strategis, atau perusahaan dapat merasa puas dengan menggunakan TI untuk mendukung operasi rutin yg efisien. Akan tetapi, jika perusahaan menekankan penggunaan strategis bisnis dari TI, manajemen2 perusahaan tsb akan memandang TI sebagai faktor pembeda kompetitif yg utama.
Membangun Bisnis yg Berfokus Pada Pelanggan
Bagi banyak perusahaan, nilai bisnis utama merea untuk menjadi bisnis yang berfokus pada pelanggan terletak pada kemampuan mereka untuk mempertahankan pelanggan agar tetap loyal, mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang, merespons kekhawatiran pelanggan, dan menyediakan layanan pelanggan berkualitas tinggi. Fokus strategis atas nilai bagi pelanggan ini mengakui bahwa kualitas, bukan harga, telah menjadi determinan utama dalam persepsi pelanggan atas nilai.
Teknologi internet dapat membuat pelanggan menjadi titik pusat manajemen hubungan pelanggan dan aplikasi e-business lainnya. Hal ini memungkinkan interaksi terus-menerus dengan para pelanggan ke sebagian besar fungsi bisnis dan mendorong kerja sama lintas fungsi dengan para pelanggan dalam hal pengembangan produk, pemasarn, pengiriman, layanan, dan dukungan teknis.
Perekayasaan Ulang Proses Bisnis
Perekayasaan proses bisnis adalah salah satu implementasi paling penting. Perekayasaan ulang adalah pemikiran kembali yang mendasar dan pendesainnan ulang yg radikal atas proses bisnis untuk mencapai perbaikan yg dramatis dalam biaya, kualitas, kecepatan, dan layanan. Jadi, perekayasaan ini menggabungkan strategi untuk mempromosikan inovasi bisnis dengan strategi untuk melakukan perbaikan besar atas proses bisnis agar perusahaan dapat menjadi jauh lebih kuat serta menjadi pesaing yg lebih berhasil dalam pasar.
Banyak perusahaan menemukan bahwa pendekaan desain organisasi adalah pelaku perekayasaan ulang yg penting, bersama dengan penggunaan teknologi informasi.
maaf yah kalo bahasanya terlalu susah untuk dimengerti...saya juga gak tau nih bakal ada yang baca atau enggak...hehehe...yang penting blogging jalan terus..
target google adsense...KEJAAAAR!!!

0 comments:
Post a Comment